Terasa masih ada yang kurang dari training Mengenal Jati Diri 1 di bulan Agustus 2024 dan ingin tahu lebih banyak lagi. Akhirnya saya mendaftar dan mengikuti kelas online Mengenal Jati Diri tahap 2 di bulan September 2024.
Dengan ikut kelas online ini katanya kita akan mengenal 4 aspek yang mempengaruhi hidup seseorang.
Dari beberapa youtube Bunda Arsaningsih yang sudah sering saya tonton, aspek kehidupan kita dibagi menjadi 4 yaitu kesehatan, hubungan, kemakmuran dan spiritual. Tapi saya masih belum paham hubungannya dengan masalah yang kita hadapi, apalagi untuk menyelesaikan utang karma kita. Rasanya selama ini sudah berusaha berbuat baik tapi kehidupan kadang tidak sesuai dengan harapan kita.
Setelah mengikuti kelas ini ada beberapa pemahaman diperoleh namun menambah penasaran untuk ikut training selanjutnya karena setiap pertanyaan peserta saat itu yang disampaikan melalui zoom, dijawab oleh dr. Rastho dan kak Aga dengan jawaban : Nanti hal ini kita pelajari di Workshop Soul Meter. Hmmm....
Dari kelas ini, kami mendapat hasil pengukuran nilai 4 aspek anda pada saat lahir dan mengikuti kelas. Perlu waktu sekitar seminggu atau 2 minggu untuk menerima hasil pengukuran tersebut.
Tanpa memahami nilai 4 aspek ini, kita tidak tahu posisi kita sekarang dan apa yang sudah kita capai dan mengapa hidup saya seperti ini.
Saat hasil pengukuran diperoleh saya
mulai mengingat kehidupan saya sejak kecil. Yaaa memang benar seperti hasil
pengukuran saya yang banyak minusnya. Tidak salah jika saya kekurangan di aspek
kemakmuran dan hubungan sejak kecil karena nilai saya minus banyak di aspek
itu. Setelah 46 tahun, peningkatan 4 aspek meningkat 1-2 poin saja. Saya
bayangkan separuh lebih hidup saya yang rasanya saya sudah berusaha maksimal
tetapi hanya meningkat 1-2 poin saja.
Bagaimana meningkatkannya? Jawabannya tentu ada di Soul Meter.
Untuk lanjut ke training Soul Meter, saya masih banyak pertimbangan terutama biaya karena saat ini anak pertama kuliah tingkat 2 dan yang kedua masih SMP. Saya niatkan ikut WSM tapi nanti setelah anak pertama saya lulus saja.
Setelah ikut training MJD1 dan 2, kami dimasukkan ke group telegram. Banyak para peserta berbagi disana. Saya banyak membaca dan menjadikan pengalaman mereka sebagai pembelajaran untuk saya. Namun diskusi peserta yang mengatakan bahwa untuk ikut WSM ada antrian panjang sesuai karma dan kelayakan dan beliau baru dipanggil 2 tahun setelah mendaftar.
Hmmm kalau dipanggil 2 tahun kemudian berarti saya harus mendaftar sekarang sehingga 2 tahun lagi pas anak saya lulus kuliah saya dipanggil sudah ada biayanya. Dan saya langsung mengisi form pendaftaran.
Tadaaaa... tidak sampai menunggu sebulan apalagi 2 tahun, saya dipanggil ikut WSM melalu wa. Keinginan ikut 70%, 30% ragu karena memikirkan biaya, meninggalkan anak kedua yang saat jadwal WSM itu masih mengikuti UTS.
Niat lebih besar daripada tantangannya. Yak saya memutuskan mengikuti WSM. Kata suami, adik aman ditinggal. Biaya tentu ada tabungan yang memang saya simpan untuk keadaan darurat. Ada gunanya saya tidak boros saat kerja kantoran sambil berbisnis, sehingga ketika sumber penghasilan dari kantor saya stop karen resign masih ada dana cadangan. Saya anggap ini adalah hadiah untuk saya setelah bertahun-tahun kerja sambil bisnis tapi selalu merasa tidak perlu treatment diri sendiri, semua yang saya peroleh untuk kebutuhan rumah, anak-anak, dan orang tua.
Cek rumah Surabaya aman ditinggal, tempat menginap aman di rumah kakak dan tiket bis ke Bali sudah diperoleh. Harapannya semoga bisa mendapat banyak pelajaran hidup saat WSM nanti untuk kebaikan hidup saya dan keluarga saya.
Selanjutnya : Workshop Soul Meter