Marah itu gampang atau sulit?

Marah itu gampang, tetapi marah pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan alasan yang tepat serta kadar yang tepat itu yang susah. Demikian kira-kira slogan dari Aristoteles. Kalo salah or kurang maaf :). Saya sangat-sangat kurang ahli dalam mengingat nama dan frase yang tepat.
Memang susah untuk mengendalikan kemarahan. Kemarahan cenderung identik dengan penderita darah tinggi tapi ternyata tidak semua orang pemarah punya penyakit darah tinggi, ada juga yang tekanan darahnya normal atau malah menderita tekanan darah rendah menjadi orang yang pemarah.
Kalo di bali dikenal istilah "basang bawak" alias "perut pendek" Hahaha ada-ada saja. Mungkin dianggap kemarahan berasal dari perut, jika perutnya panjang, kemarahan itu akan menjalani perjalanan panjang pada saluran perut, dan karena kelamaan di perjalanan kemarahannya jadi hilang deh. Berbeda dengan perut pendek, perjalanan marahnya cepet banget sehingga tidak bisa didinginkan dulu. Langsung meledak deh...hehehe
Ah itu hanya istilah saja sih, meskipun ada benarnya juga ya. Kalau orang marah biasanya tidak pernah berpikir dan mempertimbangkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Tahunya hanya pengen mengeluarkan kemarahannya saja. Dan sering kejadian setelah kemarahannya reda, dia menjadi menyesal dan malu karena ternyata itu adalah hal yang sepele atau ternyata dia yang salah. Tetapi untuk yang “merasa” benar, mungkin akan “merasa” semakin benar dan tidak memikirkan dampaknya bagi yang kena marah.
Terkadang kemarahan itu juga adalah suatu kebiasaan. Jika tidak marah sehari rasanya tidak enak, begitu katanya. Tapi bagaimanapun, kemarahan yang tidak sesuai kadang memberikan hasil yang kurang baik kepada yang marah dan yang kena marah.
Jadi ketika kita mulai ada indikasi untuk marah cobalah bertanya dulu:
- apakah ini waktu yang tepat untuk saya marah dan/atau meluapkan kemarahan saya kepada orang lain?
- apakah ini tempat yang tepat untuk saya marah dan/atau meluapkan kemarahan saya kepada orang lain?
- apakah alasan saya sudah tepat sehingga saya bisa meluapkan kemarahan saya saat ini kepada orang ini?
- akan seberapakah kadar kemarahan yang harus saya tumpahkan saat ini kepada orang ini sehingga sesuai dengan alasan ini?
Ketika kita bertanya dan berusaha menjawab sendiri keempat pertanyaan itu, maka kemungkinan besar kemarahan yang tidak berguna tidak akan terjadi. Tetapi yang terjadi adalah marah dengan situasi, kondisi, sasaran, alasan dan kadar yang sesuai sehingga si pelaku yang melakukan kesalahan akan menyadari kesalahannya tanpa dendam dan harapannya mau memperbaiki diri serta tidak mengulanginya dikemudian hari.
Selamat mencoba dan mempraktekannya bagi yang pengen :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar