Setiap Anak itu Unik

Kakak bisa baca sejak usia 3 tahun.
Suatu hari saya cuti kerja dan ke sekolah kakak di TB/TK, beberapa ortu bertanya gimana caranya ngajarin baca?
Saya jawab saya tidak tahu, karena memang tidak pernah secara langsung mengajarinya membaca. Yang selama ini saya lakukan adalah setiap pulang kerja, setelah selesai mandi, saya ajak si kakak ke kamar, tutup pintu dan kita membaca buku cerita berdua. Tapi sebenarnya tujuannya bukan untuk membaca melainkan untuk kedekatan ibu dan anak saja karena saya tinggal kerja seharian (begitu kata majalah yang saya baca ). Berhubung saya tak pandai berkata-kata/mencari bahan pembicaraan dengan anak yang belum bisa bicara apalagi, jadi medianya ya membaca dan melihat gambar
Ternyata dari membaca itu dia langsung bisa membaca kata tanpa mengeja.
Hal itu (membaca bersama) juga saya lakukan terhadap si adik. Tapiii si adik berbeda dengan kakak. Ketika saya ajak membaca, jika kakak melihat kata yang saya tunjuk, si adik melihat gambar (meskipun gambar itu tidak saya tunjuk) dan mengembangkan pertanyaan (imajinasi) dari gambar tersebut . Dan adik bisa membaca di usia 5 tahun tanpa dipaksa dan tanpa harus les, hanya dengan membaca cerita di rumah.
Setiap anak itu unik, tidak bisa dibandingkan satu sama lain dan biarkan anak tumbuh sesuai usianya, orang tua hanya memberikan support berupa stimulasi dan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Tetap Bugar dan Sehat Selama Puasa

Kondisi mental dan fisik orang yang berpuasa perlu disiapkan agar tetap sehat. Oleh sebab itu anda harus memulai perencanaan makanan dan membuat daftar belanja untuk membantu anda menyiapkan konsumsi makanan yang baik saat berpuasa.

1. Konsumsi Makanan Bergizi
Tidak perlu menu yang mewah untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi kita. Dengan menu sederhana asal mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat sudah cukup membuat badan kita tetap sehat selama menjalankan puasa

2. Hindari Dehidrasi
Untuk menghindari dehidrasi, kita harus mengkonsumsi cairan minimal 2 liter per hari. Akan lebih baik bila cairan tersebut berupa air putih. Banyak - banyaklah minum air putih pada saat sahur dan
buka puasa

3. Berbuka Dengan Yang Manis/Karbohidrat Sederhana
Setelah seharian berpuasa, kita membutuhkan makanan/minuman yang manis untuk mengembalikan energi tubuh. Pilih minuman yang mengandung manis alami supaya badan kita tetap sehat Seperti kurma dan buah-buahan.

4. Konsumsi Makanan Berserat
Biasanya kita mengabaikan makanan yang berserat pada saat puasa. Padahal makanan berserat tetap penting bagi tubuh kita. Tetap konsumsi makanan berserat, baik sayur maupun buah supaya pencernaan kita tetap lancar

5. Hindari Gorengan, Soda, dan Santan
Bagi orang sehat, gorengan-soda-santan, merupakan jenis makanan dan minuman yang harsu dihindari, apalagi bagi para penderita asam lambung/maag

6. Hindari Makanan Tinggi Kolesterol
Lemak hewani, margarin dan mentega adalah penyumbang kolestereol tertinggi bagi tubuh kita. Hindari ketiga jenis bahan makanan tersebut selama berpuasa.

7. Terapkan Pola Makan Seimbang
Puasa tidak berarti kita makan dalam jumlah yang banyak pada saat berbuka. Perhatikan asupan yang seimbang dan bergizi pada saat sahur dan buka puasa.

8. Konsumsi Makanan yang baru di masak
Dengan mengkonsumsi makanan yang baru dimasak, berarti kita mengkonsumsi makanan yang kandungan nutrisinya masih lengkap serta potensi terkontaminasi kuman ataupun basi masih kecil

9. Tetap Berolahraga
Puasa bukan alasan bagi kita untuk menghindari olah raga. Kita bisa tetap berolahraga selama kita berpuasa dan tentunya jenis serta durasinya disesuaikan dengan kondisi tubuh kita. Berolahraga diwaktu satu jam menjelang berbuka.

10. Sajikan Makanan yang Bervariasi
Tujuan utamanya adalah untuk menghindari kebosanan. Namun selain itu, dengan menyajikan makanan secara bervariasi ternyata tubuh kita menjadi terbiasa untuk mengkonsumsi aneka jenis makanan sehat.

Kecukupan semua jenis Nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah syarat utama untuk tetap segar selama menjalankan ibadah Puasa. Terapkan pola makan yang sehat dan pastikan kecukupan Nutrisi Anda

Remaja Berbohong

Saya belum punya anak remaja tapi boleh ya membuat judul cerita ini dari hasil browsing :)
Saya sendiri kan pernah remaja dan sebisa mungkin saya ga berbohong kepada orang tua, takut dosa alasan saya. Pernah suatu hari saya dikira berbohong karena keluar rumah terlalu lama. Murka dong saya hehehe. Langsung deh keluar catatan kegiatan saya (biasaa... si melankolis beraksi). Saya tulis semua kegiatan saya hari itu beserta waktu kegiatan pluusss bersama siapa saja saya melakukan kegiatan itu, siapa tau mau ditanyakan kesaksiannya (hyaaa.. kesaksian, kayak sidang aja).
Wajar sih orang tua khawatir, cuman yang namanya masih remaja kadang ga mikir kekhawatiran orang tua, apalagi jaman itu ga ada HP buat lapor lapor sedang ngapain dan dimana :)

Nah kalau cerita saya ini kebetulan pengalaman pribadi. Jadi pengen tau aja beberapa penyebabnya sebagai antisipasi nanti saat anak-anak saya remaja.

Dari website pendidikankarakter.com saya membaca 9 alasan anak berbohong:
1. Takut dihukum
2. Ingin diperhatikan dan dipuji
3. Keinginan mendapatkan pengakuan
4. Tuntutan orangtua yang terlalu tinggi
5. Meniru orangtua atau tayangan televisi
6. Menutupi kekurangan pada dirinya
7. Daya imajinasi yang sangat tinggi
8. Untuk mendapatkan keinginannya
9. Melindungi teman

Dari id.wikihow.com saya membaca cara menghadapi remaja berbohong:
1. Buat anak Anda tahu saat Anda menangkapnya berbohong.
2. Cobalah untuk mengendalikan emosi, jangan langsung memarahinya.
3. Sampaikan bahwa kebohongannya telah menyakiti perasaan Anda dan mengurangi rasa percaya Anda kepadanya.
4. Bantu anak-anak untuk lebih terbuka kepada orang tuanya dengan cara menjadi lebih dekat dan terbuka juga dengan mereka.
5. Jika sudah diberikan pengertian dan anak tetap berbohong maka tetapkan konsekuensi/hukuman jika dia berbohong.
6. Kebohongan kompulsif? Kebanyakan pembohong kompulsif mendapatkan sesuatu dari berbohong. Sering kali perilaku seperti ini didorong oleh masalah yang berkaitan dengan kepercayaan diri. Jika anak remaja Anda berbohong secara kompulsif, bahkan dalam situasi di mana tidak ada alasan untuk berbohong (tidak ada yang bisa diperoleh dan tidak ada hukuman yang harus dihindari), segera diskusikan.
7. Bahas kebohongannya terkait perilaku berbahaya seperti penggunaan narkoba dan alkohol.

Dari berbagai alasan dan cara menghadapi tersebut, saya pribadi merasa bahwa kedekatan orang tua dengan anak-anak sangat penting, dimana mereka merasa disayangi, dihargai dan diberikan kepercayaan sehingga ada atau tidak ada orang tua mereka bisa menjaga prilakunya untuk tetap sesuai dengan aturan.


Kesulitan adalah vitamin pertumbuhan:

"Jangan pernah jadi nelayan kalau Anda takut dengan lautan. Jangan pernah memasuki gerbang pernikahan kalau Anda takut dengan kesulitan. 
Dan kesulitan ada tidak untuk menghancurkan, melainkan membantu jiwa agar tumbuh dalam kedewasaan. 
Dengan demikian, jumpai kesulitan sebagaimana nelayan menjumpai lautan"
Penulis : Guru Gede Prama

Ketika Anak Dijauhi Teman

Saya memiliki 2 orang anak, 1 putera dan 1 puteri. Keduanya memiliki sifat yang berbeda dan unik pastinya. Yang pertama lebih tertutup, jadi kalau kita mau bertanya pengalaman dia di sekolah, harus sabar dan berulang-ulang dilakukan setiap hari sehingga akhirnya dia mau bercerita sendiri. Yang kedua, perempuan, anaknya peka dan sensitif tapi cenderung terbuka. Ekspresif pulaa.. jadi saya bisa menebak kondisi perasaannya dari mimik wajahnya.

Sepulang sekolah bisa jadi ia ceria dan gembira atau sedih. Tak perlu bertanya panjang lebar, cerita akan mengalir dari mulut mungilnya :D Sejak sekolah jarang banget dia pulang dalam keadaan sedih. Nah seminggu kemarin pulang sekolah berwajah sedih, saya pikir ulangannya susah tetapi ternyata dia dijauhi teman yang biasa dia ajak main. Bukan hanya ga diajak main, melainkan mereka berbisik-bisik dan tiap kali si adik bergabung mereka langsung pergi.
Awwwww sedih banget saya mendengarnya, tapi tetap harus tenang untuk bisa memperoleh informasi akurat dari dia.

Jadi yang saya lakukan :
1. Berempati, saya katakan bahwa saya juga pernah mengalami hal seperti itu dan itu membuat saya juga sedih seperti si adik, tapi sedihnya jangan berlama-lama karena itu tidak menyelesaikan masalah. Kita harus mencari permasalahannya.

2. Untuk mencari penyebab mereka menjauhi si adik, saya mulai bertanya apakah dia pernah nakal? Pernah mengejek? Pernah berkata kasar? Kalau memukul sih saya rasa enggak karena anaknya ga pernah mukul, tapi tetap saya tanyakan. Apakah pernah ga sengaja kena pukulan/mereka tersakiti secara fisik? Apakah pernah tidak berbagi makanan yang dia bawa? Dan semua jawabannya tidak. Sayapun jadi bingung....
Kemudian saya berikan dia opsi yaitu: adik bisa bertanya kepada mereka apa kesalahan adik yang membuat mereka menjauh, atau adik bisa menunggu sehari dua hari lagi dan sabar untuk tidak bermain bersama mereka?
Jawaban dia : adik sudah bertanya salahku dimana? aku minta maaf yaa.. Tapi mereka malah pergi buuu..
Aaaaah jadi sedih ibunya nih.. kebayang wajahnya saat minta maaf karena di rumah dia sering melakukannya dengan wajah polosnya jika dia melakukan kesalahan.

3. Karena saya tidak tahu duduk masalahnya dan saya tidak ingin membela dia atau temannya saya bersikap netral saja akhirnya. Saya katakan : mungkin temen-temen lagi bosen aja. Anak-anak biasa seperti itu. Oleh karena itu bertemanlah dengan semua teman sekelas maupun lain kelas, jangan hanya dengan akrab aja. Kalau memang adik tidak nakal, nanti mereka juga baik kembali kok.

4. Jurus terakhir...DOA :). Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah kehendakNYA. Kita banyak-banyak berdoa supaya selalu dituntun dalam berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Jika sekarang adik merasa hal ini kurang menyenangkan, bisa jadi ini membuat kita sabar, membuat kita kuat, menyadarkan kita bahwa ga boleh pilih-pilih teman dan siapa tahu kalau memang temen yang sekarang memang bukan untuk adik, ya adik nanti dapet temen yang lebih baik lagi :)
Jawaban dia : Adik udah berdoa tapi kok hari ini belum dapet temen juga?
Pengen ketawa tapi ditahan :D. Tuhan pasti mendengar doa kita, tapi tidak langsung mengabulkannya. Bisa jadi iya, bisa jadi nanti, bisa jadi Tuhan sedang memilih teman yang baru atau menyadarkan teman yang lama, sabaaar yaaah.
Untuk meyakinkan dia saya minta dia berbicara dengan guru agamanya, biasanya dia lebih percaya sama guru agamanya daripada saya :)

Setelah dia tenang selama 2 harian saya lalu mencoba mengingat masa lalu. Keinget pernah diomongin gara-gara ga mau ngajarin temen matematika karena waktu itu saya buru-buru mau ke perpus.
Kemudian adik saya ajak bicara lagi. Apakah adik pernah ditanya temen tapi ga mau jawab/ngajarin. Jawab dia : iyaaa bu. Dia mau nyontek ulangan, aku bilang ga boleh, kata ibu kan emang ga boleh. Trus tanya tanya pelajaran, yang ditanya gampang-gampang, kan bisa belajar di rumah, adik kan capek tiap hari harus jelasin.
Deng deng deng deng.... ya ituuuu penyebanya Diiiiik!!!!  Gampang menurut kita belum tentu gampang buat orang lain, kalau ada teman bertanya dijawab aja, kalau adik sedang sibuk, minta dia bertanya ke bu guru aja biar dijelaskan ulang. Kalau mencontek saat ulangan memang ga boleh, bukan karena kita pelit, tapi kita membantu dia juga. Kalau dia dapet 100 hasil mencontek jadinya kan orang tua dan bu guru jadi ga bisa tau kemampuan dia, pelajaran apa yang harus ditingkatkan atau dipelajari lagi.


Keesokan harinya dia ceria kembali, katanya udah diajak berteman lagi. Dia udah ngajarin temennya lagi. Tapiiiiii keesokannya lagi dijauhin lagi, but but pas bertanya pelajaran ya tetep bertanya jugaa wkwkwk. Yang sabar ya diiik......
Teman sejati akan selalu menemani kita dalam suka dan duka, jadi jika memang bukan teman sejatimu, percayalah nanti Tuhan kirim teman yang lebih baik, namun tetaplah berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan :)