Belajar Mengemudi Mobil (I)

Setelah sekian lama (2 tahun lebih) keinginan belajar nyetir tertunda, akhirnya saya daftar juga di kursus mengemudi :)

Walau degdegan dan merasa kurang bisa melihat body mobil yang demikian besarnya, tapi tidak ada salahnya mencoba dan belajar. Banyak yang bisa kok, mudah-mudahan atas ijin-NYA saya juga bisa :)

Saya mengambil paket mengemudi 10 jam atas anjuran beberapa teman saya, yang tentunya sama-sama perempuan sebagai patokan. Jika masih belum bisa nanti bisa ambil paket lagi atau belajar kepada suami. Masing-masing paket terdiri dari 2 jam. Saya mencoba mengambil waktu menyesuaikan dengan waktu libur suami supaya ada yang menjaga anak-anak. Instruktur saya minta menjemput di rumah.

Hari pertama saya dijemput oleh instruktur, kemudian saya berpikir bahwa saya akan diajak ke suatu lapangan tempat belajar, seperti sharing teman-teman saya selama ini. Ternyata keluar dari perumahan rumah kami, mobil berhenti dan saya diminta pindah pegang kemudi. Panik!!

Saya : "Loh Pak, gak ke lapangan belajarnya?"
Inst : "Ah ngapaian, dari sini aja. Gampang kok nyetir itu. Udah sekarang pengenalan Kopling, Rem dan Gas serta belajar oper gigi"

Dalam keadaan mobil diam, saya diajarkan untuk pindah gigi sesuai instruksinya. Setelah lancar oper gigi, akhirnya mobil dijalankan tanpa gas, hanya menggunakan gigi satu dan kaki berada di kopling dan rem. Jalannya kayak semut, hehe tapi dengan bantuan instruktur untuk berbelok belok pegang kemudi, akhirnya bisa sampai ke daerah yang agak lapang walau bukan lapangan yaitu area Masjid Agung dekat rumah.

Nah disini jalannya melingkar mengitari mesjid agung sambil melancarkan pegang kemudi sambil sesekali diberi instruksi untuk berhenti tiba-tiba dan mesin tidak mati atau oper gigi tiba-tiba.

Kemudian kami berjalan menuju perumahan walikota yang cukup lapang untuk melancarkan kemudi di jalan yang banyak belokannya.

Tidak terasa waktu 2 jam habis, padahal waktu berangkat saya berpikir ngapain aja 2 jam itu, pasti sangat lama dan membosankan hehehe.

Saya diantar ke rumah dan disambut antusias oleh suami menanyakan belajar apa hari ini dan kesulitannya apa? Wajah saya terlihat lelah katanya hahahaha :)

Rasanya mengerikan mengemudikan mobil itu karena saya tidak punya feeling seberapa jauh jarak dengan mobil lain, kapan saat yang benar-benar pas untuk berbelok dan menghindar dari mobil lain serta saya sering hilang koordinasi pikiran-mata-tangan-kaki saat ada di persimpangan perumahan yang ramai namun tidak ada lampu merah. Intinya sih saya gampang panik dan belum dapet feel-nya.
Melelahkan tapi masih bersemangat untuk belajar esok harinya :)

Semangat!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar