Rahasia Hidup

Rahasia hidup tidak berubah. Yang masih merupakan yang terbaik adalah :
1. jujur,
2. bisa dipercaya,
3. menjadi yang paling baik dari yang anda bisa,
4. berbahagia dengan hal-hal yang sederhana,
5. dan tetap teguh jika yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan.

Begitu yang pernah saya baca di suatu tulisan yang entah di mana saya membacanya. Hehe itulah jeleknya saya. Pernah baca tapi tidak tahu dimana dan kapan. Pokoknya kalo bagus dan berguna pasti saya ingat atau saya catat. Kejujuran memang sesuatu yang sulit jika tidak dibiasakan tetapi merupakan dasar moral yang mendasar. Bayangkan aja kalau semua orang berkata dan berlaku tidak jujur, apa jadinya dunia. Penuh dengan sandiwara dan kita juga jadi bingung harus percaya sama siapa. Saya juga tidak bisa membayangkan jika operator yang membantu saya di lab tidak jujur? Obat yang saya buat pasti tidak akan jadi semua.. hehe…
“Bisa dipercaya” juga sangat sulit pelaksanannya. Kadang saya mendengar seorang teman berbisik kepada saya : eh saya punya rahasia besar, jangan bilang-bilang ya. hanya kamu yang tahu lho. hanya kita berdua. Eh belum genap sehari saya sudah mendengar masalah tersebut dari orang lain. Nah lho… kalo semua orang bocor seperti itu gimana ya?
“Menjadi yang paling baik dari yang anda bisa”. Hemm.. yang ini pasti semua pengen atau udah melakukannya. Sudah dibuktikan bahwa memberikan yang terbaik selalu menghasilkan yang terbaik. Tidak selalu berarti menang atau sukses, tetapi kita akan puas dan lega jika sudah berbuat yang terbaik, apapun hasilnya. Seorang teman pernah berkata kepada saya, “Gaji saya kecil banget padahal saya udah bekerja dengan baik. Si A kerjanya biasa aja, gajinya sama dengan saya. Mending saya kerja seenaknya aja, toh gajinya sama aja. Bos juga tidak pernah melihat kerjaan saya” Yang terfikir saat itu adalah saya ingin menyemangatinya. Lalu saya bilang, “Lakukanlah yang terbaik. Jangan berpikir kalau kita bekerja baik jika kita diawasi saja. Tentang kerja vs gaji, biarlah Tuhan yang menilai persembahan karyamu kepada-Nya. DIA yang akan menggerakan tangan si bos untuk menulis nominal kenaikan gajimu.” Teman saya hanya tersenyum tetapi ternyata dia benar-benar bersemangat melakukan yang terbaik dan ternyata lagi dia mengalami kenaikan gaji yang lumayan dibandingkan sebelumnya…. Hehe :))
“Berbahagia dengan hal-hal yang sederhana” Yup…it’s truly right!! Jangan pikirkan apa-apa, lakukan saja! Bersyukur dan bersyukur, happy and happy, don’t worry be happylah…..Bersyukur dan positif thinking dapat mengatasi berbagai masalah yang dapat menggerogoti jwa seperti iri, dengki, sirik [eh perasaan kata-kata itu sama artinya ya..hehe], mengeluh, selalu kekurangan dll. Jika kita mulai mengeluh cobalah lihat kebawah. Tapi ketika kita ingin mencapai sesuatu, lihatlah ke atas. Gapailah cita-cita setinggi langit. Berusahalah dengan sekuat tenaga dan “tetap teguh jika yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan”. Mungkin maksudnya tetap tabah, sabar dan tidak berputus asa kali ya..
Tapi on the contrary, Saya pernah mendengar di suatu pagi ketika masih kuliah di bandung, di radio Ardhan [maybe] dibahas tentang wanita yang positif thinking dan negatif thinking. Dilakukan sampling terhadap kedua kelompok itu. Mungkin yang diambil yang ekstrim2 aja kali ya. Dikatakan bahwa kedua kelompok itu beresiko depresi sama besar. Lho kenapa? Ternyata wanita yang terlalu positif thinking hingga mendekati ambisius sangat kecewa hingga depresi jika tujuannya tidak tercapai. Mungkin kepedean kali ya. Sedangkan wanita yang negatif thinking biasanya lebih tabah karena sudah menyiapkan hati untuk gagal mencapai tujuan. Jadi ….. pilih mana? Kita pilih yang baik-baik aja ya. Pilih positif thinking dengan tetap teguh jika yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Setuju kan??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar