Mengapa harus punya bisnis sendiri?

Akhir tahun selalu menjadi momen yang berat buat saya karena saya harus menilai anak buah saya dan nilainya akan digabung dengan semua staff dari departemen lain jika jumlah dalam satu departemen kurang dari 10 orang. Dari post fit tersebut pasti akan keluar nilai D dan E yang artinya nilai E akan dikeluarkan alias di-PHK dan nilai D tidak naik gaji.
Mungkin orang akan gampang bilang, naikin aja nilainya! Duhh ini juga harus ada pertanggungjawabannya. Mana hasil kerjanya? Seberapa bagus dia sehingga berani memberikan nilai tinggi? Bagus mana A dengan B. Tidak boleh bilang sama bagusnya karena katanya itu adalah sistem komunis, sama rata sama rasa.
Hemm susah kan? Kalo udah ada yang diPHK, siapa yang tidak sedih? Tiba-tiba hari itu juga dipanggil HRD terus disuruh beresin barang-barang dan pulang, huhuhuhu....gimana nasib keluarganya? gimana nasib anaknya jika dia udah punya anak? mau cari kerja dimana dia?
Sudah 2 tahun ini departemenku tidak memberikan nilai E dengan alasan baru saja ada yang resign [emang kebetulan resignnya seminggu atau 2 minggu sebelum penilaian]. Jadi alasannya kami udah kekurangan personel, masa harus memPHK anak lagi? Itupun harus lobby dulu ke direkturnya.
Sedapatnya saya jelaskan sistem ini dengan bijaksana kepada anak buah karena saya kan tidak ingin mengadu domba anak buah dengan perusahaan. Reaksinya macem2. Ada yang pasrah ada juga yang semangat kerja lebih baik biar tidak dikeluarkan. Kadang saya tekankan untuk mencari penghasilan tambahan sekarang juga untuk persiapan. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok, lusa atau tahun depan. Dengan keadaan perekonomian seperti sekarang ini, gelombang PHK kian mengancam. Kita harus menjadi kunci dalam perusahaan itu kalau tidak mau diPHK dalam waktu dekat. Untuk menjadi kunci, harus punya keahlian lebih dibandingkan dengan yang lain. Tapi terkadang, sudah punya keahlianpun harus pandai membawa diri karena masih banyak ancaman lain seperti sikap saling sikut dan "makan" temen sangat sering dijumpai. Jadi selalu ada kemungkinan untuk diPHK juga :(
Mungkin saja besok giliran saya? Who knows? Namanya kerja ikut orang, ya siap-siap aja.
Apa yang terjadi jika kita diPHK?
Ibarat kran air yang berhenti mengalir untuk memenuhi ember yang bolong. Kenapa embernya bolong? Karena kita harus melakukan pengeluaran2 rutin setiap harinya. Kebutuhan primer, sekunder, tersier, asuransi, cicilan dan sebagainya. Lama2 air dalam ember akan habis dan darimana kita mendapatkannya jika tidak dari penghasilan sampingan/cadangan?
Jadi kapan saat yang tepat untuk mempunyai usaha sendiri?
SEKARANG!
JANGAN TUNDA LAGI!
Bisnis seperti apa?
Itu adalah pilihan masing-masing pribadi. Jangan salah pilih karena sangat berpengaruh pada masa depan anda dan keluarga.
Jangan pernah gantungkan HARAPAN pada hari esok yang samar, TANCAPKAN hari INI sebagai TONGGAK MENUJU SUKSES!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar