Indahnya Berbagi ;-) [II]

Ada banyak hal yang berubah pada saya jika dibandingkan sebelum dan sesudah bekeluarga. Dulu saya paling malas ngomong, komentar dll. Kalau tidak perlu banget bicara saya tidak akan bicara. Kalau saya selesai menyelesaikan tugas asistensi pas kuliah atau harus sharing kepada teman-teman dan adik-adik kelas, saya pasti merasa lelah. Hihihi lebaay...tapi emang bener. Lelah badan, lelah mulut, rasanya gak pengen buka mulut lagi. Jadi kalaupun bekerja saya biasa dibelakang layar dan pengennya nantinya setelah selesai kuliah saya juga bekerja di belakang layar saja :)
Setelah menikah, mulai berpikir, masa diem-dieman sama suami :D Walau suami sih sudah tahu ya sifat saya yang males ngomong :D. Kadang jika males ngomong, saya menulis aja apa yang saya rasakan terus dibaca suami hahahaha...Tapi tapi..nanti kalau sudah punya anak, siapa yang ngajarin anaknya kalau saya tidak banyak bicara. Yang ada malah anaknya telat bicara karena saya yang momong males ngomong.
Beruntung si mbak yang ngasuh anak pertama saya banyak bicara, jadi anak saya juga banyak bicara. Yang jelas banyak bicara anak saya tidak menurun dari saya.
Kadang saya sampai pusing denger dia bicara dan bertanya ini dan itu. Tapi senang juga karena menandakan dia aware dan mau belajar. Awal-awal sih capek juga ya ngomong mulu kalau lagi momong, tapi demi anak saya, saya paksakan untuk bicara banyak :). Lama-lama jadi terbiasa. Dan sekarang ketika harus momong anak kedua saya tanpa si mbak dan menjawab pertanyaan si kakak, saya tidak terlalu kewalahan lagi. Terkadang jika ada kesempatan untuk diam, saya memang lebih senang diam.
Pada dasarnya saya senang berbagi, sharing tentang pengalaman saya, sharing tentang apa yang saya baca dan lain-lain. Karena saya berpikir mungkin ada gunanya buat yang lain. Kalaupun teori yang saya baca tidak bisa saya terapkan pada diri saya, dengan berbagi mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain :)
Yuuuk mari berbagi kebaikan pada sesama :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar