Kerja di Rumah tanpa PRT [2]

Hemm lanjut ke jadwal saya kerja di rumah yaa
Tapi sebelumnya mau sharing dulu keuntungan dan kerugiannya.

Kerugiannya ya kita capek, apalagi ada bayi, anak, suami kerja kadang sampai malam dan kita sendiri juga kerja walaupun di rumah yaa, tapi yang namanya kerja kan butuh waktu dan konsentrasi juga :)

Keuntungannya pasti ada dong. Setiap keadaan pasti ada positif dan negatifnya. Kami berempat jadi lebih dekat dan lebih kompak. Karena tugas rumah tangga dibagi dan kami bisa saling membantu. Badan juga lebih fit karena dipaksa bergerak, gak hanya duduk saja karena kebetulan pekerjaan saya dikerjakan online yang pastinya sering duduk di depan komputer. Terus si Bapak yang dulunya gak terlalu bisa momong dan kerja rumah tangga jadi lumayan bisa :)

Jadwal kerja saya sebenarnya berubah-ubah menyesuaikan dengan perkembangan si baby. Kalau si kakak sih udah pasti jadwalnya dia. Karena dia sekolah dan ketika bermain dan belajar pun waktu sudah ditentukan sendiri.

Untuk si adik berubah-ubah nih. dari bayi - 6 bulan kerjaan saya serabutan. Karena ASI ekslusif, jadi saya kerja bisnis dan kerja rumah tangga sebisanya. Saya menyusui saat bayi menginginkan dan juga waktu tidur saya amburadul sekali, apalagi 3 bulan pertama, sering banget begadang.

Usia bayi 6 - 10 bulan :
Pagi : saya masak, nyuci, siapkan perlengkapan kakak sekolah, kemudian mengurus bayi dan menidurkannya. Ketika bayi tidur saya kerja bisnis. Menyapu + ngepel rumah tugas Suami jika dia berangkat siang ke kampus :).
Siang : Nemenin kakak bermain dan belajar bersama adik, makan siang, menidurkan anak-anak. Begitu anak-anak tidur, saya bisa kerja online lalu kemudian setrika baju.
Sore : anak-anak bangun, saya preparasi masak untuk makan malam, menyiram tanaman dan nyapu depan rumah, kemudian mandikan anak-anak dan ikutan mandi juga, kemudian duduk manis belajar dan bermain sambil menunggu Bapak pulang kerja jika Bapak pulang sore, jika Bapak pulang malam, kami langsung makan malam.
Malam :  makan malam, bermain [piano, catur, dll], belajar dan membaca, nonton shaun the sheep, persiapan tidur. Setelah menidurkan anak-anak, jika masih ada sisa tenaga, saya kerja online lagi, tapi jika punggung sudah pegal saya kerja online via blackberry saja.

Usia adik 11 bulan ke atas
Pada dasarnya hampir sama, hanya saja waktu kerja saya yang ekstra lebih banyak karena dia mulai naik kursi, merangkak, berjalan dan sekarang sudah mulai berlari.
Oya saya juga kadang kebagian jemput kakak pulang sekolah. Jadi saya dan adik jemput kakak jalan kaki. sekolahnya tidak terlalu jauh tapi lumayan pegel juga punggungnya gendong si adik. Tapi lumayanlah dipaksa berolahraga.

Hemm...manajemen waktu sangat diperlukan. Karena jika tidak pekerjaan pasti terbengkalai. Sering sekali pekerjaan saya tidak sesuai jadwal karena ulah si Adik. Dan ketika ada waktu luang, misalnya saat menyusui atau menidurkan adik, saya pasti menyusun rencana baru untuk mengatasi perubahan jadwal tersebut hehe :).
Apapun yang terjadi setiap harinya, saya nikmati sebagai berkah menjadi seorang ibu dan istri. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa buat saya. Selalu ada hal menarik setiap harinya untuk dikenang dan diceritakan pada suami dan ibu saya. Saya selalu berbagi dengan ibu saya walaupun via telepon untuk memperoleh masukan agar saya bisa menjadi lebih baik sebagai istri dan ibu :)

Semoga dengan keputusan saya bekerja di rumah, dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan anak-anak saya sehingga mereka bisa tumbuh dengan sehat, ceria, bersifat baik dan pintar demi masa depan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar