10 hadiah terbaik bagi putra-putriku

10 HADIAH TERBAIK BAGI PUTRA-PUTRIKU
Cara membesarkan anak-anak agar menjadi manusia pintar, mandiri, bijaksana, dan menjalani hidup dengan penuh kasih.
Steven W. Vannoy
Penerbit : Abdi Tandur
185 halaman

Buku ini tentang solusi yang mendasar, kuat dan proaktif untuk memupuk kualitas serta nilai inti pada generasi masa kini dan masa yang akan datang.
Awalnya kita memiliki impian indah untuk keluarga kita saat pertama kali memandang anak kita tapi ternyata hal itu terlupakan dengan adanya banyak pekerjaan, tagihan, jadwal, list yang harus dilakukan, rasa takut, dll telah melenyapkan visi kita tersebut.
Zaman yang berubah sangat cepat membuat cara-cara konvensional seringkali tidak lagi menjadi solusi yang terbaik dan jitu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pada anak dan remaja kita. Dalam buku ini saya banyak disadarkan akan beberapa hal tentang metoda mendidik anak.
Isinya:
1. Perangkat Satu : Fokus ke depan
2. Perangkat dua : Pesan-pesan
3. Perangkat tiga : Mengajar
4. Perangkat empat : Mendengar
5. Perangkat lima : menjadi contoh
6. Menjadi orang tua dengan hati tulus
7. Hadiah berupa merasa lengkap
8. Hadiah berupa harga diri
9. Hadiah berupa rasa simpati
10. Hadiah berupa keseimbangan
11. Hadiah berupa rasa humor
12. Hadiah berupa komunikasi
13. Hadiah berupa merasa lebih
14. Hadiah berupa integritas dan tanggung jawab
15. Hadiah berupa kesempatan memilih
16. Resep kerja sama/menjalani hubungan
Begitu banyak yang ingin saya bagi setelah membaca buku ini Karena saya menyadari begitu banyak kesalahan yang sudah saya perbuat dalam 2,5 tahun pengasuhan anak saya dan saya tidak ingin hal itu terjadi pada yang lain. Tapi kalau saya tulis semua, sama dengan menyalin buku donk....Tapi inti dari semuanya banyak dijelaskan pada bab I yaitu focus ke depan. Ternyata kita punya dua sisi focus dalam pemikiran kita. Focus belakang antara lain, masalah, berjalan mundur, mencari kambing hitam atas masalah yang terjadi dan focus pada kesalahan sedangkan focus ke depan adalah memfokuskan pada apa yang kita inginkan dan mencari jalan keluar. Di sini banyak diberikan contoh nyata oleh penulis karena ternyata penulis adalah orang tua yang pernah gagal karena tidak pernah focus ke depan. Dan yang paling susah saya terapkan adalah tidak mengucapkan kata “jangan”. Kata “jangan” reflek dan kayaknya fasih kita ucapkan setiap kali anak kita melakukan hal yang tidak diinginkan. Mungkin kita juga harus banyak belajar mengontrol diri demi pengasuhan dan pendidikan anak kita ke depannya untuk bekalnya di masa yang akan datang. Hanya sikap dan tauladan yang baik yang dapat kita wariskan kepadanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar