Etos kerja - sopir angkot yang ramah

Hari ini aku pulang naik angkot karena suamiku tidak bisa menjemput. Wah baru masuk angkot sudah ada tulisan besar-besar yang menyatakan bahwa tarif angkot naik. Kenaikannya juga lebih banyak daripada ongkos yang biasanya aku bayar. Sepanjang perjalanan aku memperhatikan gerak-gerik si bapak sopir. Sepertinya dia orang yang sangat ramah karena dia selalu tersenyum ketika ada orang yang membayar dan melambaikan tangannya jika ada yang memencet bel tanda minta berhenti. Dia melambaikan tangannya tanda bahwa ia sudah mendengar bel tersebut. Aku langsung memasukkan uang pas yang sudah aku siapkan untuk membayar angkot dan menggantinya dengan pecahan yang lebih besar sesuai dengan tarif yang terpasang. Ketika aku sampai tujuan dan membayar dengan senyum ramah dia bertanya, “Mbak naiknya dari depan ya?” Maksudnya depan adalah jalan besar sebelum masuk ke kompleks perumahan. Aku menjawab ya sambil menunggu kembalian. Eh ternyata kembaliannya lebih banyak dan sesuai dengan tarif biasanya, yang berarti juga tidak sesuai dengan tarif yang terpasang di angkot. Sambil menyerahkan uang kembalian, bapak sopir mengucapkan terimakasih dan tetap dengan senyum ramahnya. Duh... senangnya aku. Bukan karena uang kembaliannya lebih banyak tetapi karena ketulusan senyum bapak sopir. Alangkah damai dunia jika semua sopir seperti itu, hahaha. Gak ada yang kebut-kebutan, salip sana sini, ngerem mendadak sambil mengumpat dan sekian banyak kebiasan buruk lainnya. Atau bapak sopir itu sudah belajar tentang 8 etos kerja, hehe. Ah .. tanpa belajar pun dia sudah dapat mengembangkan diri dan melaksanakan salah satu dari 8 etos kerja tersebut. Apalagi kita yang sudah tahu tentang 8 etos kerja? Harus lebih baik lagi donk. Apa saja sih 8 etos kerja itu?
1. Kerja adalah Rahmat : Bekerja dengan bakat dan kecerdasan yang dimiliki dengan selalu memandang bahwa proses yang terjadi selama kita bekerja adalah suatu rahmat dari-Nya.
2. Kerja adalah Amanah : Bekerja sebagai suatu kewajiban dan bekerja dengan sepenuh hati.
3. Kerja adalah Panggilan : Bekerja sebagai darma dalam kehidupan dan pekerjaan adalah panggilan jiwa, dengan demikian kita bisa bekerja dengan penuh integritas.
4. Kerja adalah Aktualisasi : Bekerja membuat kita merasa ada dan diperlukan, yang merupakan salah satu kebutuhan psikososial manusia
5. Kerja adalah Ibadah : Bekerja dengan penuh ikhlas dan cinta sebagai persembahan kepada Tuhan, Sang Maha segalanya.
6. Kerja adalah Seni : Bekerja sebagai ajang menuangkan kreativitas.
7. Kerja adalah Kehormatan : Bekerja memberikan kehormatan, seremeh apapun pekerjaan kita karena bekerja adalah lebih baik daripada tidak bekerja dan hanya berharap belas kasihan sesama.
8. Kerja adalah Pelayanan : Bekerja pada dasarnya adalah memberikan pelayanan kepada sesama, apapun pekerjaan itu.

Kenikmatan dalam pekerjaan meletakkan kesempurnaan dalam karya. Nikmati pekerjaan anda sebagai pengalaman positif, ia akan mengilhamkan Kesempurnaan.
Cintai tidak membuat segala hal terjadi tetapi segala yang terjadi menjadi indah. Jadi cintailah apa yang sedang kamu kerjakan sekarang.
Seperti Bapak Sopir itu kan?
Bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar