Formulasi error?

Pekerjaanku sebagai formulator belakangan ini memberikan banyak keanehan. Banyak hal yang tidak sesuai dengan teori. Dan aku harus lebih banyak memeras si otak ini untuk mencari cara yang cepat, tepat, efisien dan tentu saja menghasilkan obat yang berkualitas. Formulator itu kan ibaratnya koki yang meracik bumbu-bumbu sehingga diperoleh masakan yang enak dan bergizi. Cuman susahnya di aku adalah selain diperoleh obat yang enak dan stabil tentu saja harus efektif menyembuhkan pasiennya. Nah keanehan apa saja yang aku alami belakangan ini? Keanehan banyak terjadi pada kadar obat. Secara teori Pregelatined starch akan memberikan DR yang lebih tinggi dibandingkan dengan Corn Starch biasa tetapi ini malah sebaliknya. Aku sudah validasi beberapa kali ternyata hasilnya tetep sama. Jadi pusing juga nih....
Kejadian lain adalah tentang profil disolusi. Duh..produkku yang sekarang emang rada rewel semua. Seharusnya dengan penambahan Saccharum Lactis dan pengurangan MCC dapat meningkatkan disolusi eh ini malah kebalikannya juga? Terus penambahan asam stearat sebagai lubrikan yang seharusnya menurunkan DR, ini malah meningkatkan DR. Apa dunia sudah berbalik atau teori yang ada di buku sudah tidak berlaku lagi? Tapi entah teori yang salah atau dunia berbalik atau bahan baku yang tidak sesuai dll, yang jelas target tetaplah target. Produk yang didevelop tetaplah harus selesai. TInggalah aku yang tetap keep trying and praying supaya bisa selesai tepat waktu dan hasilnya bagus. Tapi aku menyadari kelemahan penelitianku. Semuanya trial and error berdasarkan teori saja. Tidak ada study khusus yang seharus dilakukan sebelum penelitian...Aku harus berusaha dan mencoba lebih baik dan lebih banyak lagi. Dan tetap SEMANGAT!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar