Sepeda baru Dede

SEPEDA BARU
Hari yang melelahkan di kantor membuatku ingin segera merebahkan diri di kasur setibanya di rumah. Tapi mana bisa? Ada si Dede yang lucu yang sedang menunggu dengan celotehnya yang sangat-sangat lucu.
Dan ternyata benar, belum sampai di rumah dia sudah berceloteh tentang robot karena ternyata hari ini dia ikut bapaknya menjemputku sepulang kerja. Semuanya tentang robot, mulai dari menonton robot, bermain robot, hingga membuat robot sendiri. Dia memang cukup ber-ide dan trampil dalam menciptakan sesuatu termasuk membuat robot sendiri dari mainan bongkar pasang.
Setelah makan malam, bersantai menonton bersama, tiba-tiba ada temen yang katanya mencariku. Aku sangat jarang kedatangan tamu, apalagi tidak konfirmasi dulu. Sekarang kan bukan jamannya bikin kejutan kalau tidak mau rugi tuan rumah yang kita datangi tidak ada di rumah, hehe.
Eh ternyata benar, teman kantorku, Nur datang ke rumah bersama pacarnya. Tentu saja mau menengok Dede. Dan....tentu saja membawa sepeda yang sudah ia janjikan kepada Dede. Hemmm sepeda baru!!!
Reaksi Dede??? Dia bingung, malu, sungkan, tapi penuh rasa ingin tahu dengan lirikannya yang mengarah ke sepeda baru tersebut. Memegangnya saja dia malu. Kemudian Dede bercerita kepada temanku kalau dia sudah punya sepeda [sepeda roda 3]. Dengan bersemangat dia mengambil sepedanya di garasi dan memamerkannya kepada temanku.
Akrobat dimulai. Dia naik sepeda dengan ngebut dan menabrakkannya pada apapun yang ada di depannya atau di belakangnya. Nur yang tidak pernah melihat kelakuan Dede seperti itu langsung teriak-teriak menyuruhnya berhati-hati, hahaha. Kita orang tuanya tenang-tenang saja karena itu sudah biasa. Dede cukup trampil mengendalikan sepedanya tersebut dan kalaupun jatuh dia akan segera bangun sendiri dan tidak menangis kecuali kita mengasihaninya..... Dengan tidak terlalu memanjakannya membuat dia lebih mandiri. Dan terTernyata lucu juga ya anak-anak......
Selain bersepeda dia juga bersemangat menyanyi dan berceloteh tentang segala hal sambil sekali-sekali melirik sepedanya yang baru. Selang 5-10 menit dia sudah mulai meraba bel sepedanya....Aha....kayaknya dia mulai tertarik nih...
Tidak lama kemudian, temanku pamit pulang. Kami mengantar sampai di depan pagar. Dede melambai sambil mengucapkan , "Makaci cepedanya!".
Dan apa yang terjadi dengan Dede?
Hahaha dia langsung menuju sepedanya. "Sepeda baru Dede", serunya. Dia menjalankan sepedanya tetapi tidak berani menaikinya. Bapaknya membantunya menaiki sepeda barunya. Dia bilang dia takut. Mungkin karena kakinya belum berpijak ke lantai sehingga dia merasa tidak memiliki keseimbangan yang cukup untuk bisa duduk dengan baik dia atas sadel sepeda.
Beberapa jepretan kamera sempat mengabadikan momen menaiki sepeda baru. Walaupun wajahnya kelihatan mengantuk dan ketakutan, tapi tetep manis, hahaha....narsis.... Ibu mana yang tidak memuji anaknya??
Setelah lama meneliti dan bermain-main dengan sepedanya, dia lelah, mengantuk dan minta dikelonin bobok.
Dede bobo, ohhh dede bobo, kalo tidak bobo digigit ibu.....hehe..ibu yang sadis...
Boboklah dia dengan tenang.Wajahnya lucuuuu banget kalau bobok. Pipinya tambah kembung dan sangat-sangat nikmat untuk dikecup.Kenyallll bangettt. Wajah yang inocent.....Besok bermain lagi ya sayang..dengan sepeda barumu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar