Buat apa kuliah ??

Seorang temen bertanya tentang bisnisku [yang aneh..].
Hah.. kuliah farmasi kok kerjanya begituan.
Kalo niat dagang sih gak apa-apa tapi mbok yao di PBF.
Buat apa kuliah?.
Hemm buat apa ya?
Aku bilang buat cari suami :)
Karena ketemu suami pas kuliah. Kalo saya gak kuliah, gak akan ketemu sama suami yang sekarang.
Kalo saya gak kuliah, saya mungkin sedang disawah atau jualan di desa dan menikah
dengan tetangga saya yang sama-sama lulusan SMA.
Ah.. kalau dibicarakan kalau-kalau-kalau dan kalau tidak akan ada habisnya.
Intinya inilah jalan hidup saya.
Kenapa saya kuliah, karena saya pengen pinter, menambah wawasan dan pembentukan pola pikir.
Setelah kuliah saya ingin bekerja sesuai dengan bidang saya yaitu di farmasi. Kebetulan saya suka dengan formulasi, bekerjalah saya dipabrik farmasi.
I always luv my job...really-really luv.
Ada tantangan tersendiri untuk bisa membuat obat yang baik.
Ada kepuasan saat menemukan formula yang baik dan stabil tentunya.
Saya kan gak pengen konsumen yang minum obat yang saya formulasi jadi gak sembuh karena disolusinya jelek dan sebagainya.. :).
Tapi ternyata kepuasan saya mungkin hanya untuk saya seorang.
Bagaimana dengan anak saya? Apakah anak saya senang jika ibunya pergi pagi pulang sore 5 kali dalam seminggu.
Apakah hati saya senang meninggalkan dia yang menangis minta digendong disaat saya harus berangkat kerja.
Apakah hati saya tidak miris meninggalkan dia dalam keadaan sakit hanya bersama mbaknya?
Fiuhhh.... Apa yang harus kulakukan?
Bingung dan bingung ternyata tidak menyelesaikan masalah. Saya harus bertindak membuat atau menciptakan pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.
Buka apotek..mahal. Hari gini, 200juta mungkin baru bisa launching tuh apotik.
Jual asesoris, mentok di distribusi dan sistem karena emang saya gak bisa sistem
perniagaan yang ok. Tahunya cuman beli dan jual lagi.
Mau jadi PNS, mentok di cuti dan belum sreg aja.
Pengen jadi dosen, kok ya mesti S2.
Katanya menulis adalah pekerjaan ideal juga buat ibu RT, maka belajarlah saya menulis dan membuat blog. Ikut milis menulis dan tentu saja memaksakan diri menulis karena kadang buntu gak tau harus beride apa. Katanya tulislah dulu sembarangan dan
selanjutnya biarkan dia mengalir apa adanya. Jadilah tulisan saya yang amburadul tapi saya cuek bebek aja yang penting tiap hari bisa nulis. Tapi belum dapet duitnya tuh. Baru menuangkan emosi aja.
Diajakin temen usaha restoran,hayuu..tapi tunggu ditunggu kok gak ada beritanya.
Diajaki temen beternak ayam dan kambing, hayuu juga,tapi kok gak jelas sekarang sampai dimana..
Diajakin temen bisnis Oriflame, hayuu juga...lumayan dah ada titik terang walau saya
mengikutinya dengan tertatih-tatih. Tapi yang penting SEMANGAT tetep gede hahahaha..
Komitmen, usaha dan kerja keras. Urusan hasil biarlah Tuhan yang menilai. Kalau saya
layak mendapatkan banyak, pasti diberikannya. Jika tidak pasti ada pintu lain yang akan dibukakannya.
Kenapa saya hayuu aja diajak orang?
1. Semangat jadi WAH mother, kalo dulu masih pilih2, harus sesuai dengan bidang keahlian dan bakat, sekarang sudah berkurang tuh idealismenya :O
2. Saya pengen banyak belajar, apapun
3. Jodoh kerjaan ditangan Tuhan. Setiap kesempatan pasti akan saya coba dengan serius. Jodoh gak jodoh urusan Tuhan.
Yang jelas dalam setiap bidang, saya pasti dan selalu mendapatkan pengalaman yang
berharga dan juga tempaan pembelajaran karakter. Semoga dengan itu semua bisa menjadikanku lebih baik. Istri dan ibu yang baik, serta pribadi yang baik.
Jadi buat apa saya kuliah?
Menggunakan kesempatan belajar yang ada dengan sebaik-baiknya.
Kesempatan belajar di bangku kuliah.
Menyenangkan orang tua
Menyiapkan bekal untuk mencari pekerjaan
Menambah wawasan yang jelas, menambah ilmu, jadi bisa kasih nasehat keluarga dan teman tentang obat dan kesehatan
Kalaupun nanti pekerjaan saya jualan rujakkah, kosmetikkah, obatkah, pakaiankah atau property, itu hanyalah salah satu pilihan hidup. Ilmu farmasi saya masih bisa dipakai, bahkan saya mendapat tambahan ilmu lainnya.
Saya tidak akan bertambah tua karena saya terus belajar.
Jangan pernah berhenti belajar karena belajar adalah proses seumur hidup dan ketika kita berhenti belajar, maka otak dan jiwa kita dapat dikatakan sudah mati.
Yang kuliah, hayuu semangat, jangan sia-siakan kesempatan emas bisa duduk dibangku kuliah.
Yang learn by doing, lebih semangat lagi, karena kita belajar sendiri dari pengalaman.
Yukk belajar, belajar, dan belajar :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar