Karma Yogi

Karma Yogi adalah suatu penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang telah berkarya tanpa pamrih.
Karma berarti tindakan, perbuatan. Dan setiap tindakan, setiap perbuatan merupakan aksi, merupakan sebab yang akan membawakan akibat. Akibat hanya merupakan hasil dari sebab.Yang perlu diingat adalah bahwa setiap sebab membawakan akibat. Ada yang berpendapat bahwa apabila dalam hidup sehari-hari kita berbuat apa yang kita anggap ‘baik’ sepuluh kali dan berbuat apa yang kita anggap ‘buruk’ delapan kali, maka akan terjadi debet-kredit – sepuluh dikurangi delapan, sisanya dua perbuatan ‘baik’ – jadi hasilnya masih baik juga.
Dalam hukum alam yang kita sebut Hukum Karma ini tidak ada matematika seperti tadi. Setiap sebab ada akibatnya. Sepuluh kebaikan akan membawakan 10 pahala yang baik. Delapan keburukan akan membawakan hasil yang sama pula, masih delapan juga. Tidak terjadi plus-minus. Ini yang hendaknya dicatat. Sesungguhnya, Anda tidak bisa menghindari Karma. Hal ini akan menjadi jelas dalam percakapan berikut:
Arjuna bertanya kepada Shri Krishna:
“Jelaskan padaku, Krishna, cara mana yang lebih baik bagiku? Dengan cara mana aku dapat mencapai Kesadaran yang Tertinggi itu?”
Krishna menjawab:
“Ketahuilah Arjuna, memang ada dua cara untuk mencapai Kesadaran yang Tertinggi itu. Bagi para pemikir, kuanjurkan melewati Jalan Pengetahuan yang akan menghasilkan pencerahan dan bagi mereka yang aktif, kuanjurkan melewati Jalan Karma, berkarya.
Sesungguhnya, seseorang tdk dapat berhenti berkarya, walaupun ia menghindari segala macam aktivitas. Ia juga tidak dapat mencapai Kesadaran Tinggi itu, dengan melepaskan segala aktivitas. Tidak ada seseorang pun yang dapat berhenti bekerja, karena alam dan sifat dasarnya akan selalu mendorong dia untuk bekerja. Mereka yang munafik memang tampaknya duduk diam, tidak bekerja, tetapi pikiran mereka masih melayang-layang ke setiap penjuru, membayangkan kenikmatan-kenikmatan duniawi. Ketahuilah Arjuna, bahwa ia yang telah berhasil mengendalikan panca inderanya dan berkarya tanpa keterikatan – ia yg unggul. Lakukan apa yang telah menjadi kewajibanmu, karena berkarya lebih baik daripada duduk diam malas-malasan. Apabila kau berhenti berkarya, kau tidak akan dapat memelihara, merawat tubuhmu sendiri
[Dari : Bapak Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram, Centre for Holistic Health and Meditation, Jakarta]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar