Toilet Training

Sejak seminggu yang lalu kami mengajarkan pada Dede toilet training. Ternyata cukup susah. Padahal saudara sepupunya sudah bisa.
Kami mulai mengajarkan untuk tidak ngompol alias pipis di celana dengan cara bilang sama Bapak, Ibu atau Mbak jika mau pipis. Dan ternyata memang dia menurut.
Dia bilang : "Bapak/Ibu/Mbak, dede pipis!"
Tapi ya dalam keadaan celana sudah basah. Hehe. Akhirnya bahasanya diubah.
"Bilangnya sebelum pipis atau pas merasa mau pipis."
Dia menurutinya juga. Tapi dalam perjalanan menuju toilet biasanya pipis duluan.
Bahasanya diperjelas lagi : "Bilang sebelum pipis dan pipisnya ditahan hingga sampe toilet dan celananya dibuka."
Hasilnya : Dia panggil kami dan bilang, "Dede mau pipis. Tahan, tahan." dan berlari mencari kami untuk diajak ke toilet.
Memang tidak ngompol. Tapi selama 4-5 hari dia jadi seperti "latah". Baru sedikit pengen pipis udah teriak-teriak. Jadilah kami mengantarnya pipis setiap 5 menit.
Akhirnya dibilangin lagi, "kalo rasanya gak pengen banget, jangan ke toilet dulu, ditunggu sampai banyak."
Hahaha, orang tua yang rewel ya.
Akhirnya agak mendingan dan pipisnya rada banyak sekalinya pipis dibandingkan kalau pipis tiap 5 menit dan bahkan pernah 2 menit sekali.
Kalau tidur malam pun, jika dalam keadaan normal dia akan bangun ketika mau pipis. Kasus yang kuanggap tidak normal adalah ketika dia tidak tidur siang sehingga malemnya capek banget dan gak kebangun oleh perasaan pengen pipis atau dalam keadaan sakit atau pas hujan deres. Kalo hujan deres dipastikan udaranya adem pisan dan uenakk tenan dia tidurnya.
Tahap selanjutnya adalah BAB menggunakan toilet. Kayaknya agak susah karena dia ngeri duluan melihat Closet duduk dan dia harus duduk sedangkan ditengahnya bolong, hahaha.
Tantangan buat kami orang tuanya nih. Harus banyak akal dan ide supaya berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar