Menyapih dengan Cinta

Didi, anak kedua saya, berusia 22 bulan. Rencananya saya akan sapih minimal di usia 24 bulan, namun karena ada keperluan keluar kota pada saat dia berusia 24 bulan, maka saya mulai mengenalkan dia dengan penyapihan.

Ada rasa sedih juga ketika akan menyapih, seperti halnya ketika menyapih kakaknya. Karena ada rasa yang tidak dapat dilukiskan, hubungan bathin dan kasih sayang atau entah apalah namanya ketika memberikan ASI kepada buah hati tercinta :)

Proses menyapih si kakak dan si adik berbeda sekali. Dulu kakak disapih pada usia 28 bulan menunggu dia siap sendiri dan proses relatif cepat juga karena pada waktu itu siang - sore saya kerja kantoran, jadi dia minum susu menggunakan gelas. Sedangkan si adik disapih pada usia 22 bulan dengan kondisi biasanya mimik ASI siang dan malam. Susu gelas maupun dari botol ditolaknya.

Jadi tingkat kesulitannya sangat tinggi nih :)
Tapi tetap harus dicoba dan diusahakan sebaik mungkin tanpa membuat dia trauma dengan proses penyapihan ini.

Awalnya tidak sengaja saya bilang jika mimik Ibu sedang sakit. Terus tiba-tiba dia merasa kasian. Saya coba tawarkan mau mimik susu gelas atau air? Dia bilang air aja. Tapi masa pengganti ASI adalah air? Saya mulai mengajaknya minum susu bareng dengan kakak, syukurlah walaupun sedikit dia mau minum susu dari gelas :)

Jadi day 1 bisa dimulai nih. Malam terbangun 2 kali, yang pertama mau minum air, bangun yang kedua ngamuk minta mimik ASI. Akhirnya saya berikan juga :)

Day 2 
Siang : sempet ngamuk sekali dan karena tidak tahan melihat dia menangis akhirnya saya berikan juga huhu
Malam : sempet ngamuk juga jam 1 malam dan saya mengalah lagi.
Pelajaran hari ini, jika dia tahu bahwa dengan mengamuk kita memberikan ASI, maka dia akan melakukannya lagi :(

Day 3
Siang : histeris terkendali [ibu hampir jebol iman]
Malam : tertidur karena capek. Tidur lelap, bangun sekali langsung minta air

Day 4 - 6 : masih suka bilang minta mimik ibu, tapi tidak sampai mengamuk

Day 7 : makan banyak dan mau minum susu dengan ikhlas, kadang-kadang bilang minta mimik, tapi tidak sampai menangis :). Malampun jika dia bangun minta mimik, hanya nangis bentar karena ibune ketiduran :D.

Mudah-mudahan setelah ini bisa lebih anteng tidurnya dan bermainnya :)

Bersyukur sekali saya bisa memberikan ASI eksklusif untuk kedua buah hati saya dan dilanjutkan hingga usia kurang lebih 2 tahun.
Bangga bisa memberikan bekal masa depan kesehatan untuk mereka berdua dan perasaan bahagia saat menyusui tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata :).

Untuk Bunda yang ingin menyapih atau sedang dalam proses penyapihan semangat yaaa, semoga sukses dan sabar ya :)
Kerja sama dengan suami dan banyak membaca pengalaman bunda lain di milis, blog atau website. Siapa tahu pengalaman mereka ada yang mirip dengan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar