Serba Salah

Kita hidup tidak sendirian. Ada yang namanya temen-temen, tetangg dan keluarga. Dan biasanya karena sesuatu dan lain hal, mereka suka berkomentar. Ada yang tujuannya menasehati, ada yang asal aja ada juga yang memang mau membuat mental drop.

Salah satunya yang bikin saya serba salah adalah tentang ibu bekerja.
Dulu ketika lahiran anak pertama dan saya kembali kerja setelah cuti 3 bulan, banyak yang bertanya :
"anaknya siapa yang ngasuh?"
"hati-hati loh kalau bukan orang tua kita sendiri yang ngasuh, bisa-bisa dijahatin sama prt"
"kok balik kerja sih, gak sayang ninggalin anak di rumah sama pengasuh aja?"

Waktu itu sih gak bisa jawab, saya hanya bilang : iya saya hanya bisa berdoa aja semoga anak saya sehat selamat, dan si mbak sayang dengan dia. Karena saya sangat membutuhkan penghasilan dari pekerjaan saya untuk membantu perekonimian keluarga.

Komentar lain yang lebih bikin galau : "Uang bisa dicari kapan-kapan dan diusahakan dengan cara lain, yang penting pertumbuhan dan keselamatan anak"

Pengen nangis darah rasanya mendengarnya, kesannya saya gak sayang anak sehingga meninggalkannya di rumah bersama pengasuh aja :((.
Tapi kemudian berpikir lagi : mereka komentar mikir gak ya? Emangnya yang komentar itu mau ngasih uamg sekolah, atau uang susunya jika saya kekurangan? toh mereka komentar doang?!

Naaah berhubung saya kepikiran juga akan anak di rumah, akhirnya saya mencari jalan untuk bisa bekerja di rumah. Untungnya ketemu temen kuliah yang ngajakin saya ikut oriflame online. Waah senanngnya ada harapan, karena bisa dikerjakan malam hari setelah saya nidurin anak saya.

Akhirnya saya berhasil resign dengan bonus oriflame lebih besar daripada gaji kantor saya. Senang dan lega rasanya, apalagi waktu itu saya persiapan melahirkan anak kedua saya. Jadi saya bisa mengasuh sendiri baby saya yang kedua sendiri. Tak ada komentar miring lagi.

Daaan komentator tetep saja ada hahaha
Kali ini saya dikomentari karena resign :O
"udah sekolah jauh-jauh dari Bali ke ITB Bandung kok ya jadi ibu RT aja?"
"kuliah tinggi tapi ujung-ujungnya jualan kosmetik"
"gaji udah tinggi, posisi bagus, kok gak sayang ninggalin kerjaanya"
dll dlll

Nah looooo.....salah lagi hehehe
Tapi kali ini saya tidak begitu galau karena sudah sadar bahwa komentator akan selalu ada dan mereka hanya comment saja, tidak memberikan dukungan serta solusi untuk saya :)

Jadi keep going, keep moving and keep climbing to the top with my family :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar