Menjadi Work At Home Mom



Jangan takut gagal, sebelum mencoba
Jangan takut jatuh, sebelum melangkah
Kesuksesan milik orang yang berani mencoba
Ingat! 
Apa yang tidak mungkin seringkali belum pernah dicoba
(Andrie Wongso)

Saya adalah ibu bekerja di rumah dengan 1 putera dan 1 puteri. Dulu saya bekerja kantoran sejak lulus kuliah hingga melahirkan anak ke-2 saya. Hampir 9 tahun saya bekerja kantoran. Dan memang mindset sejak kecil saya sekolah dan kuliah supaya bisa kerja kantoran dan jika bisa jadi PNS seperti orang tua saya dan kebanyakan keluarga saya :)
Saat-saat bekerja kantoran kita banyak bertemu dengan teman satu kantor, satu profesi dan kadang bertemu dengan tamu/klien/supplier di kantor. Saya beberapa kali mendapatkan tawaran untuk berbisnis tapi selalu saya tolak. Saya nyaman bekerja kantoran :)
Yaa yang namanya bekerja pastilah ada pasang surut, susah senang, reward, masalah, dan sebagainya. Tapi yaaa saya menikmati bekerja kantoran menjadi formulator obat di laboratorium R&D, tidak banyak bicara, tidak banyak interaksi dengan orang lain.

Nah setelah ada anak baru deh merasa gak nyaman kerja kantoran. Kepikiran di rumah, rasa bersalah ninggalin anak, rasa gak enak lainnya yang bikin gak konsen di kantor.
Ya ini masalah buat saya
Anak gak beres, kerjaan juga ga beres!
Saya mulai bertanya pekerjaan apa yang bisa dilakukan di rumah. Kebanyakan mereka bilang berbisnis, berdagang, dan pekerjaan yang saya rasa saya tidak berbakat. 
Ooh ada saran saya jadi penulis!
Ya mungkin ini cocok karena saya males ketemu orang dan ga pandai berbasa basi dan berbicara dengan orang banyak, saya merasa bukan teman bicara yang asyik :D
Tapi ternyata dicoba menulis gak pernah ada ide.. :D
Trus ditawarin untuk buka apotek dengan biaya yang tidak mungkin saya penuhi....lewaat...nanti aja deh kalau udah ada modal
Ya sudahlah...NIAT bekerja di rumah sudah memuncak, saya terima tawaran bisnis yang katanya bisa dikerjakan online di rumah. Ga bisa jualan, ga bisa ngomong tapi nekat bisnis MLM!!!
Tapi akhirnya saya berhasil resign karena bisnis MLM ini, gajipun lebih besar daripada gaji kantor.
Bersyukur banget kan?
Nah beberapa teman mulai ikutan, kayaknya asyik ya kerja di rumah.
Gak semua ikutan di bisnis saya maksudnya, tapi mereka juga merasa banyak jalan untuk bisa bekerja di rumah dan kebanyakan memang berbisnis.

Tapiii tidak semua yang berhasil bekerja di rumah, ada yang balik ngantor juga, ada yang memang belum resign hingga saat ini. Alasannya ga cocok berbisnis, kerjaan kantor banyak, memang mungkin dikutuk jadi pekerja kantoran (yg ini syereeem), ga berbakat, dll.

Saya juga tidak mengorek terlalu banyak alasan mereka tidak jadi bekerja di rumah karena masing-masing prang kan punya pertimbangan masing-masing untuk kebaikan keluarganya. Tapi jika ada yang curhat ke saya mengapa dia kok belum berhasil bekerja di rumah saya sering bertanya balik :
- seberapa kuat keinginan kerja di rumah
- seberapa mendesak untuk kerja di rumah
Karena jika keinginan lemah dan tidak mendesak biasanya keinginan untuk belajar sesuatu yang baru (bisnis mandiri) akan lemah juga.

Trus apa membuat saya punya keinginan kuat bekerja di rumah sehingga memaksakan diri belajar bisnis?
Ada anak saya yang sejak usia 3 tahun mendadak tidak mau dan tidak bisa makan nasi. Setiap makan nasi dia muntah. Jadi sehari-hari dia makan roti sedikit, biskuit lebih banyak dan susu pediasure. Trus beberapa kali terjatuh di jalan karena mungkin kurang pengawasan. Mau tumbuh seperti apa anak saya tanpa makanan yang cukup? Yaaa itu alasan kuat saya
Trus mendesaknya apa?
Saya jauh dari orang tua dan mertua dan saudara yang bisa menjaga anak saya. Tidak bisa titip untuk jagain untuk memantau tumbuh kembang selama saya gak ada atau malah selama mbak pengasuh cuti. Tidak bisa bergantung dengan orang yang dpercaya, mau gak mau ya saya yang harus di rumah :)

Enak tidak bekerja di rumah?
Kalau bertanya ke saya, saya jawab menyenangkan dan tenang karena dekat anak.
Tetapi tidak semua orang suka lho bekerja di rumah. Tetangga saya sudah kayak cacing kepanasan menunggu anaknya usia sekolah sehingga dia bisa bekerja di kantor :). Kata dia, dia gak betah di rumah hahaha.
Jadi masing-masing orang punya passion dan pertimbangan masing-masing untuk keluarganya dan pastinya semua IBU ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar