Susahnya Mau Masuk SD

Tidak terasa ya Dede sudah lulus TK. Sudah saatnya melanjutkan ke SD.
Dari 17 siswa TK Dunia Anak, tempat dede sekolah, hanya beberapa orang yang melanjutkan ke SD Negeri, sisanya memilih ke swasta.

Alasan memilih swasta sih karena macem-macem. Ada yang karena lebih baik metoda belajarnya, ada yang menawarkan full day school, ada juga yang karena kakaknya sudah terlebih dulu sekolah di sekolah swasta tersebut. Selain itu ada juga yang tidak pede dengan usia anaknya.

Peraturan penerimaan peserta didik SD adalah tanpa tes, dan berdasarkan usia. Usia 7 tahun wajib diterima sedangkan usia 6 tahun dapat diterima jika kuota terpenuhi dan membawa surat rekomendasi dari psikolog. Nah karena yakin anaknya tidak diterima, mereka langsung mendaftarkan anaknya ke swasta.

Kalau kami ingin menyekolahkan Dede di SDN dekat rumah dengan alasan mudah antar jemput sehingga tidak tergantung dengan angkutan antar jemput maupun PRT. Saya atau bapaknya bisa mengantar sendiri dan jika sudah kelas  2 SD dan seterusnya bisa berangkat sendiri :). Hanya 5 menit dari rumah.

Tetapi yang membuat kami deg degan adalah, kebetulan sekolah tsb termasuk sekolah favorit sehingga pendaftaranya banyak sedangkan pagu yang disediakan hanya 80 orang. Dengan berbekal syarat pendaftaran dan rekomendasi dari psikolog serta doa tentunya, kami mendaftar pada Jumat, 29 Juni 2012. Wow...pendaftaranya mencapai 150an orang lebih mungkin ya. Tambah deg-degan aja. Apalagi melihat postur tubuh anak-anak itu...besar-besar banget dibandingkan Dede. Yaaah hanya bisa berharap saja.

Pengumuman dapat dilihat di internet dan pengumuman final adalah hari Senin 2 Juli 2012, pk 12.00. Sejak hari jumat itu, website ppdb surabaya selalu on. Direfresh setiap saat melihat pendaftar yang masuk. Makin takut aja karena usia pendaftar kebanyakan kelahiran 2005, sedangkan dede 2006. Apalagi nama Dede belum muncul muncul hingga malam hari, takut jika syarat kurang terpenuhi.

Malam harinya akhirnya namanya muncul pada nomor 50an dan ada harapan karena sekolah menambah pagu menjadi 120 orang. Daan semakin malam hingga keesokan harinya bikin tambah lemes aja, karena no urut Dede semakin besar, tergeser oleh anak-anak kelahiran lebih awal. 55, 57, 70, dan berhenti di 80.

Mulai panik dan mulai menentukan sekolah cadangan. Sebenarnya ada banyak sekolah yang dekat, tetapi yang bisa ditempuh dengan jalan kaki hanya sekolah Menanggal 601 :). Tapi jika tidak diterima mau gimana lagi, terpaksa mencari yang lain kan.

Akhirnya ditentukan akan disekolahkan di bekas sekolah Bapaknya :D. Yang penting nanti kan ada orang tua yang mengajar di rumah. Bapaknya mulai becanda untuk memecahkan ketegangan.
"Meskipun sekolahnya jelek gitu dan terkesan kumuh karena deket sama pasar pagi, tapi Bapak lulusan sana loh, ranking terus, bisa lulus ITS dan ITB dan sekarang jadi dosen hehehe"

Tanggal 1 Juli, tidak ada aktivitas di website karena mungkin petugasnya libur. Tanggal 2 mulai bertambah ketegangan walau dalam doa selalu mohon keikhlasan dan diberikan yang terbaik. Nama dede mulai tergeser terus hingga jam 4 sore berhenti di no 90. Tiap 15 menit sms-an sama orang tua temennya Dede yang juga umurnya tidak jauh berbeda dengan Dede.

Menunggu hingga jam 12 malam rasanya penantian yang panjang. Seperti ketika saya menunggu pengumuman UMPTN dulu :D. Daan tepat jam 12 malam, posisi tidak berubah. Dede tetap no 90.
Raguu...kok gak berubah ya?
Jam 1 cek lagi...masih tetap.
Terbangun jam 3, ambil BB, cek lagi, tetap.
Duuuuh
Jam 4.30 disms ibunya temen Dede dan bilang kok tetap ya?
Yaah daripada bingung, jam 8 teng udah ada di sekolah untuk liat pengumuman langsung dan sekalian daftar ulang atau kemungkinan terburuk langsung tancap gas cari sekolah lain.

Lama menunggu..yaaah print out belum datang dari pusat. Grrrrr.....
Jam 10 petugas membawa print out, dan diterimaaaa. Data sama persis dengan yang ada di website.
Langsung daftar ulang dan kembali lagi hari sabtu untuk pengumuman lebih lanjut.

Legaaa....
Hemm baru masuk SD aja udah heboh begini ya?
Tapi tidak apa-apa, inilah pengalaman sebagai orang tua. Dinikmati dan sangat sangat disyukuri

Terimakasih Tuhan, selalu memberikan yang terbaik untuk kami.
Semoga kedepannya dimudahkan dan dilancarkan jalannya.
Astungkara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar